About

Header Ads

93+ Wisata Situbondo,Taman Nasional Baluran Situbondo Jawa Timur

93+ Wisata Situbondo, Wisata Baluran dan Kawah Ijen, Gunung Raung

Wisata Di Situbondo Jawa Timur – Situbondo terletak di daerah pesisir utara dari pulau Jawa, wilayahnya yang dikelilingi oleh deretan perkebunan tebu, tem-bakau, hutan lindung Baluran dan juga lokasi usaha perikanan membuat Situbondo terkenal sebagai salah satu tempat wisata agro di Jawa Timur. Dengan letaknya yang cukup strategis, tepatnya berada di tengah jalur transportasi darat jalur Jawa-Bali, membuat kegiatan perekonomian penduduknya tampak aktif. Situbondo mempunyai sebuah pelabuhan bernama Panarukan yang populer sebagai ujung timur dari jalur Jalan Raya Pos Anyer – Panarukan di pulau Jawa yang dulu dibangun oleh Daendels pada masa kolonial Belanda. Berikut 15 tempat wisata di Situbondo Jawa Timur.

93+ Wisata Situbondo,Taman Nasional Baluran Situbondo Jawa Timur
Taman Nasional Baluran ini tepatnya terletak di wilayah Banyuputih – Situbondo, yaitu di arah sebelah utara Banyuwangi. Taman nasional yang satu ini merupakan perwakilan dari ekosistem hutan di wilayah Pulau Jawa yang daerahnya cenderung kering, seperti daerah savana, hutan mangrove, hutan musim dan hutan pantai serta hutan rawa.
 
Nama Baluran sendiri diambil dari nama gunung yang berada di wilayah ini yaitu gunung Baluran. Taman Nasional ini mempunyai sekitar 444 macam tumbuhan dan di antaranya adalah tumbuhan asli yang cukup khas dan dapat beradaptasi dalam kondisi alam yang sangat kering. Sedangkan untuk satwanya, disini terdapat 26 jenis satwa, diantaranya ada banteng yang merupakan binatang ikon dari taman nasional ini, ada kerbau liar, ada kijang, rusa, macan tutul, kancil dan juga kucing bakau. Selain itu, terdapat sekitar 155 spesies burung yang tinggal di wilayah ini.
 
Taman Nasional Baluran mempunyai beberapa pos pengamatan yang dapat dikunjungi dan mempunyai keistimewaan sebagai sub obyek wisata di kawasan Baluran. Misalnya seperti Batangan, di sini ada goa yang menjadi peninggalan dari masa kolonial Jepang, ada makam putri Maulana Malik Ibrahim dan para pengunjung juga dapat melihat atraksi tarian burung merak ketika musim kawin.


Sumber,
http://www.tempatwisatamu.com

Posting Komentar

0 Komentar